CINTA DI BANGKU PERKULIAHAN
Sekolah, kuliah, itu adalah sebuah pilihan dan
PPG di Makassar adalah tuntutan dari pilihan itu, melanjutkan aktifitasku di kota
orang yang terasa asing buatku membuatku semakin bertanya-tanya apakah itu
adalah kehidupan? Atau hanyalah suatu proses untuk mencapai kehidupan itu,
terus apa sebenarnya yang dimaksud dengan kehidupan itu? Aku juga bingung.
Sebagai seorang wanita aku juga merasakan apa
yang dikatakan dengan namanya jatuh cinta pada pandangan pertama, itu yang
kebanyakan orang katakan.Tapi aku gak tau apakah aku benar-benar telah jatuh
cinta ataukah hanya kagum semata. Karena pada saat itu masih memiliki pacar yang
bekerja di kampung halamanku. Biasa Bo…terjadi pada setiap orang, Aku telah
terpesona dengan seseorang pria yang aku sendiri tidak mengenalnya, siapa dia,
siapa namanya, alamatnya dimana, semuanya aku tak tahu, tak ingin mencari tahu
itu karena aku sudah terikat tali pertunangan dengan kekasihku.
3 Hari setelah prakondisi terdengar suara yang
memanggil namaku dari belakangku, ternyata ada 2 orang cowok yang ingin
berkenalan denganku. Saat itu aku sedang tergesa-gesa mau keluar dengan
temanku. Ekh…ternyata Cowok itu namanya Hajat dan temannya bernama Rudy.tau Gak
sich…saat berkenalan sii Hajat itu tersipu malu-malu mengulurkan tangannya
Hihii…Lucu yach.
Nah…dari situ awal kami memulai hubungan
menjalin silaturahim.
2 hari kemudian saat aku sudah mau istirahat Handphone ku berdering,
aku pikir sms dari pacarku ternyata no tak di kenal yang masuk, yang sok kenal
dengan mengirimkan kata-kata.
Cek para cek ternyata sii Mr, Lebay yang sms aku….
Tau gak siapa sii Mr. Lebay itu ? itu..tuch yang cowok
berkenalan denganku, yang tersipu malu-malu.
Hari demi hari telah
aku lewati kehidupan berasrama dengan penuh kebosanan dan kepenatan. Dengan
aktiftas yang begitu padat membuat pacarku kabur mencari perhatian sama orang
lain. Hubunganku hancur berantakan, karena pacarku selalu menuntut 1 X 24 Jam
harus komunikasi dengannya. Huuufftt….!!!
Cobaanku terlalu banyak dalam menggapai sebuah
kertas…saat hubunganku hancur berantakan, aku tertimpa masalah. Masalah yang
merusak nama baikku, aku di fitnah oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Rasa-rasanya
aku mau terbang ke planet aja, meninggalkan semua ini tapi aku tetap berusaha
tegar menghadapinya meskipun tak 1 orangpun yang menolongku. Padahal saat
kejadian itu aku pergi keluar dengan rudy menjenguk ibunya hajat yang sedang
terbaring lemah di ruang ICU.
Seminggu setelah kejadian itu ada seorang
cowok yang begitu sopannya mengirim sms aku, memberikan aku dorongan dan
menuruh aku untuk tidak memperdulikan omongan orang-orang itu.
Hatiku benar-benar rapuh, tak tau harus mengadu sama siapa. Aku
bersyukur ALLAH masih memberikan cobaan begitu berat kepadaku karena dari
situlah aku bisa tau siapa teman sejatiku, teman yang benar-benar tulus
denganku tanpa ada rekayasa.
Dengan berjalannya waktu, hubunganku dengan si
Mr. Lebay semakin dekat. Dia selalu saja membuat alasan agar bisa bertemu
denganku. Hehee…. Aku sempat bertanya sama dia kalau dia sudah memiliki pacar
tapi dia hanya mengatakan “Tiba waktunya semua pintu-pintu yang tertutup akan
terbuka” haha…Lucu yach. Padahal aku sudah tau kalau dia sudah mempunyai pacar.
Padahal aku hanya pingin tau sampai dimana kejujurannya.
Dia sudah berani berkata jujur ma aku saat
kita melakukan outdoor pramuka di Pangkep (Sulawesi selatan). Katanya dia punya
pacar tapi hubungannya tidak terlalu bagus. Tanpa meperdulikan statusnya
begitupun aku, kami tetap meneruskan hubungan. Dia merasa nyaman saat bersamaku
begitu juga sebaliknya. Setiap hari komunikasi kami berjalan dengan lancar, hampir
setiap malam dia datang kepadaku. Bagaimana tidak bisa ketemu, jarak kamarnya
denganku hanya 2 lantai dari kamarku yang terdiri 28 anak tangga.
Entah perasaan apa yang aku rasakan karena hatiku masih bingung semua ini. Aku hanya menganggapnya perasaan ini hanyalah perasaan karena aku telah terbiasa dengannya. Aku seperti kehilangan akal sehatku karena aku sudah tidak memikirkan lagi bagaimana perasaan kekasih hatinya. Setiap kali aku memikirkan untuk menghentikan semua kegilaan ini, semakin kuat rasa itu. Ya....ya...yaa aku benar-benar telah jatuh dalam permainan yang aku perbuat sendiri.
hari demi hari telah berlalu hingga kamipun terbuai akan indahnya kasih. Sampai tiba waktu berpisahnya aku dan dia karena tuntutan tugas. Aku di gorontalo dan dia di kalimantan barat (Pontianak). Inilah awal kisahku dengannya tak bersama lagi. Mungkin efek dari LDR sehingga dia melakukan hal yang semustinya tak dilakukan. Padahal aku begitu mempercayainya...begitu teganya dia diam-diam berhubungan dengan mantan kekasihnya. Saat di minta alasannya mengapa dia melakukannya tapi dia menyangkalnya.
Sungguh hatiku begitu hancur ketika aku mengetahui kebenarannya. Seakan-akan aku tak berarti untuknya. Di matanya aku hanya seorang wanita yang keras kepala. Padahal semua aku lakukan demi kebaikannya karena sesungguhnya aku takut untuk kehilangan yang kesekian kalinya orang yang begitu amat kucintai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar